Program Literasi Sekolah

 Gerakan Literasi Sekolah yang merupakan program Literasi Nasional sudah digulirkan dari beberapa tahun yang lalu. Namun hasil yang dicapai ternyata belum mampu mendongkrak hasil PISA tahun 2018 yang baru saja dirilis 3 Desember 2019 lalu.  Indonesia masih berada di peringkat bawah hasil tes membaca berskala internasional itu. Hal tersebut tentunya menjadi tugas yang menantang bagi siswa, guru, orang tua, dan semua pihak yang berkaitan dengan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia. 

Sejatinya, beban kemampuan literasi dan pendidikan bukanlah hanya berada di pundak para guru dan siswa belaka. Namun, pendidikan adalah tugas semua pihak yang semestinya senantiasa bersinergi untuk membangun kualitas SDM di negri ini. Oleh karena itu keterlibatan semua pihak, terutama pemangku kebijakan mutlak adanya, agar pendidikan dan literasi di Indonesia terus tumbuh dan berkembang.

       Ada tiga tahapan yang harus dilaksanakan dalam GLS, yaitu mulai dari tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Adapun kegiatan GLS yang telah dilaksanakan di SMAN 23,
meliputi : 

1.Program Pembiasaan dan Penumbuhan Minat Baca

  • Sejak tahun 2016 sekolah kami telah memulai kegiatan dengan menerapkan GLS tahap awal yaitu penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Teknis kegiatannya berupa kegiatan di jam ke 0 yaitu KBM dimulai kami mengalokasikan 30 menit untuk menyanyikan Indonesia Raya, Tadarus Al Quran, dan Literasi harian (membaca buku fiksi/nofiksi selama 15 menit, lalu melaporkan kegiatannya di dalam buku literasi harian)

2. Program Festival Literasi

Adalah program rutin yang dilaksanakan setiap setahun sekali yang merupakan media sekolah untuk apresiasi, menghargai, mengevaluasi, dan mengembangkan program literasi ke depannya agar semakin meningkat. Hal yang unik dalam penyelenggaraan Festival Literasi di sekolah SMAN 23 Bandung ini adalah pelaksanaannya disinergikan dan kolaborasi dengan kegiatan Festival Budaya dan Edufair sehingga dikenal dengan nama kegiatan Festival 23. 

Di dalam Festival Literasi diselenggarakan beragam lomba literasi meliputi 

  • Lomba Menulis Puisi
  • Lomba membaca Puisi
  • Lomba Musikalisasi Puisi
  • Lomba Video profil sekolah
  • Lomba Poster lingkungan
  • Speech contest
  • Debate
  • Story telling

Selain itu, kami pun selalu mengadakan bedah buku dari beberapa alumni yang sudah menjadi penulis, atau mengundang beberapa penulis terkenal. Kemudian kami pun pernah mengadakan acara training motivasi dari para alumni yang sudah sukses dalam beragam bisnis seperti bisnis kuliner dan lain-lain. 

Kegiatan kolaborasi antara Festival Literasi dengan kegiatan Festival Festival Budaya merupakan pengembangan program literasi yang berupa realisasi kearifan lokal. Sehingga kami berharap dengan penyelenggaraan kegiatan ini tumbuh kecintaan siswa pada budaya local. Kemudian, kegiatan Edufair merupakan pengembangan literasi siswa untuk masa depannya, yaitu dengan memperluas wawasan seputar perguruan tinggi dan bimbingan karier sebagai gambaran dunia kerja yang akan dihadapi ke depannya.

3.  Forum Literasi (forlit) secara daring dan luring

      Sebagai upaya mengembangkan kegiatan GLS di SMAN 23 Bandung, kami membentuk Forum Literasi (FORLIT). Melalui forum ini diharapkan siswa dapat mengembangkan wawasan dan kemampuan bernalar hingga menghasilkan karya. Karya yang dihasilkan beragam bisa  berupa kumpulan tulisan atau berupa produk lainnya. 

     Format kegiatan kami buat secara daring dan luring. Teknis kegiatan kami laksanakan sebagai berikut, 

Forlit daring/online : berisi diskusi interaktif di dalam grup line/wa setiap minggu/2 minggu sekali

Forlit luring/offline : diskusi interaktif (mirip forum ilc) setiap bulan dengan beragam tema.

4.Webminar

Kegiatan ini baru diluncurkan tahun ini di masa pandemi.  Acara ini sebetulnya dikembangkan sebagai lanjutan dari kegiatan Forum literasi.  Kegiatan ini baru dilaksanakan perdana di bulan November 2020

5.Penerbitan Karya Siswa

Kegiatan ini sudah rutin kami laksanakan sejak awal peluncuran GLS di sekolah kami. Walaupun masih diterbitkan secara sederhana dan tanpa label penerbit, namun kami berusaha mendokumentasikan setiap karya siswa. Kegiatan ini selain sebagai bukti fisik pelaksanaan kegiatan GLS, namun bias juga memotivasi siswa untuk terus berkarya dan mempunyai rasa bangga kalua karyanya bias menjadi buku. 

Jenis buku yang telah diterbitkan berupa kumpulan synopsis, antologi puisi, antologi cerpen, dan novel. Sebagai penyemangat siswa ini dijadikan proyek mata pelajaran Bahasa Indonesia sehingga siswa pun mendapat nilai dari karya yang dibuatnya.

6.GSMB 

GSMB menjadi program kegiatan yang mewujudkan mimpi sekolah kami untuk bisa membumikan kegiatan literasi. Bagaimana tidak dengan bergabung di GSMB kami menjadi punya buku yang dapat diterbitkan secara nasional. Selain itu, GSMB pun banyak mendukiung kegiatan literasi lainnya di sekolah seperti pembuatan web literasi, mendorong guru dan siswa untuk senantiasa berkarya.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Program Literasi Sekolah

 Gerakan Literasi Sekolah yang merupakan program Literasi Nasional sudah digulirkan dari beberapa tahun yang lalu. Namun hasil yang dicapai ternyata belum mampu mendongkrak hasil PISA tahun 2018 yang baru saja dirilis 3 Desember 2019 lalu.  Indonesia masih berada di peringkat bawah hasil tes membaca berskala internasional itu. Hal tersebut tentunya menjadi tugas yang menantang bagi

Baca selengkapnya...

Prestasi Literasi Sekolah

Terbitnya buku kumpulan resensi dan sinopsis buku fiksi dan nonfiksi (sejak 2016)               Terbitnya puluhan judul novel karya siswa kelas XII setiap tahunnya (sejak tahun 2018)

Baca selengkapnya...

Karya Literasi Sekolah

Selain menghasilkan karya buku-buku cetak kami pun mengembangkan kegiatan literasi dengan kolaborasi dengan ekstrakurikuler Jurnalistik. Seiring perkembangan zaman, tim Jurnalistik terus berusaha mengekspresikan hasil literasi mereka melalui media sosial Instagram berikut linknya https://instagram.com/jurnalistik23?igshid=qicg6tu9qjif

Baca selengkapnya...